Rabu, 02 Februari 2022
.
When i was alone, i wonder what should i felt about having your scent amidst the thin smokes i blew. In the silence amidst the night, i quietly try to feel it; i couldnt really grasp what i sense, but i like that all those are ours.
Stupid ass
Nothing is easy in life - i know, i know it well enough already. Nothing is granted; you have to fight for it - prior, after, and forever. Sometimes life do push you until the edge, force you to bite, force you to fight, to take arms; what is it all for? Though i know as well of the reasons and everything, let me say it; its sucks. Isn't it tired to live? Yet that is all about of living.
I just want a piece of an eternal piece; cant one have it amidst their time of living as well?
Selasa, 01 Februari 2022
.
What a hassle, a hassle, annoyance.
Apa ya yang sedang kupikirkan; namun aku tak lupa, hanya saja saat terpaan itu sudah berlalu - seperti segala hal yang berserakan - semuanya juga dengan cepat terbawa olehnya; dan saking kacaunya aku pun hanya dapat melihat dalam samar-samar.
Jika kutuliskan, hal terdalam yang ada pada dasar diriku, mungkin kau telah bisa menduganya; mungkin kau akan kecewa, mungkin kau akan terkejut. Aku ingin mengatakannya - aku telah berulang kali mengatakannya; aku selalu, mungkin selamanya, tetap demikian.
.
Aku tahu tentang segalanya - aku tahu tentang cinta yang tak lain juga adalah benci. Aku menyukai apa yang ada pada dirimu - aku membenci apa yang ada pada dirimu itu.
Aku harus selalu menghadapi perang yang panjang, aku harus selalu memilih untuk terkadang kalah dalam pertempuran namun demi kemenangan dalam perang. Mungkin memang - dan aku tahu - memang akulah yang terbaik pada hal ini. Namun aku lelah, tak pernahkah kau tahu? Telah hidup dalam waktu selama ini dan harus menghadapi segalanya seperti ini, aku muak. Aku muak!
Aku mampu menciptakan. Aku menciptakan hal-hal terbaik dengan memanfaatkan perasaanku yang tak karuan. Aku menciptakan seolah segalanya dalam tragedi; bukankah aku seorang yang pun dramatis?
Namun tidak ... aku hanya menumpahkan, aku hanya membagi serpihan-serpihan jiwaku padanya; konsep yang sama, seperti pada peran seorang antagonis dalam film yang kusukai bukan?
Seringkali manusia itu simpel; naif, lugu. Apa adanya. Segalanya tak selalu hitam dan putih sejak awal - termasuk pada diri tiap manusia - tak seperti apa yang seringkali digambarkan dalam karya yang kita buat.
Juga, dan karenanya, memang banyak sekali hal yang berada dalam luar dari batas daya kita; karenanya terkadang kita hanya bisa bersandar kepada-Nya yang Maha Kuasa; kita hanya bisa berharap, berdoa, menerima, melakukan apa yang daya kita mampu; juga dengan terpaksa menaruh sebagian dari daya itu pada tangan orang lain - dan aku sangat membenci hal itu.