Rabu, 15 Juni 2016

My Inner poetic side [1]

yo jadi w mau naro tulisan2 yg rada puitis gw disini. Biar ada arsipnya. Serah sih kl ada yg baca trs mau bagiin di sosmed krn menurut lu bagus *ehem*, tp di source ya. W berharap moga someday bisa jadi kumpulan puisi yg dijual di tokbuk, amin. ya itu ntar kl gw udh ada fans hehe.

so here goes, 1 poetry every 1 post. I'll post whenever i feel like it. it can be a short story or just poems-like like this. and it's in bahasa/english.

***

truth is i often missing u. i know i cant really tell what that means, it might be an illusion that i know so well, that u are just  mirage for what i always dream of. Afterall u came when i was sit deep down below the surface, its only natural if i ended up clingy. But its bothering me more than i should have, i found myself wondering lots of tim, more than im willing to.

I appreciate my time more as i grew and i cant let this anymore...wasting my time just or something i know i couldn't reach...we are so different more than similar things we have. im not regretting all we've been through, it's refreshing in a way.

But can i finally get this through to u ? i cant casually throwing this to ur face and expect things to be the same afterwards, after all its what lies deep within my feelings. though i dont wanna let this slide like always and all this just faded into a memory.

u made me smile and sulk in the same time. our crossing path is certainly fate, it means something to me. i have found it. though i sometimes think why should we know each other if in the end we gonna go to our separate ways ? idk if im okay with this...idk if my perspective to u would still be the same if we were met first. idk if my perspective would still be the same if we are met someday. idk how should i treated this now...

though u have become my muse in poetry, oh how i wonder if u were the same like me since the beginning. How will this end ?

***

for u, who is a mystery to me.

Senin, 25 April 2016

Nasib Blogger di Masa Kini ?

*Ehem*

YAK SIANG SEMUANYA !!

Ya ya kalian pasti ga kenal gue, karena baru skrg gw nulis lagi di blog setelah sekian lama. Kenapa ? Yah karena gw emang jarang berpendapat di sosmed, paling juga cuma post dikit2 ttg apa yang gw pikir, itu juga mencar kadang di tumblr kadang di facebook,kadang ditulis di kertas (biar gk lupa mau di post di internet). Jadi mulai skrg gw mau kumpulin pemikiran-pemikiran gw DISINI sesuai dengan judul blognya. Tapi bbrp post bakal ttp ditaro di tumblr sih hhe, disini mah yg sifatnya rada formal aja. Kalu di tumblr buat semacem shower thought gitu.

Di post random kali ini gw mau bahas soal salah satu aspek manusia yang paling mendasar. Yaitu beropini. Ya termasuk curhat. Di zaman modern gini. pasti kalian sering nemu orang-orang yang nge-rant random di sosmed semisal facebook,line,twitter, you name it lah. Biasanya isi rant tersebut ya soal topik paling hot di masa itu, atau opini-opini ttg topik sensitif yang kalau disinggung bisa menimbulkan perasaan senggol-bacok instantly atau triggered (lol) karena bisa aja gaya menulis mereka emng tipe ngebait amarah orang atau si penulis terlalu memihak ke salah satu sisi. Karena internet Indonesia sekarang cepet (dibanding 10 tahun lalu, obviously) post-post begitu gampang jadi viralnya dan beribu-ribu orang debat kusir di komennya. Hal itu nggak salah sebenernya karena emang opini itu tergantung si penulisnya dan tentu saja pasti si penulis condong ke pendapat setuju atau nggak. 

Tapi gw jadi kepikiran karena sekarang opini makin deres dimana-mana, debat-debat juga makin ganas (coba aja kalian perhatiin di komen suatu post yang viral trs ada 1 yg ga setuju pasti yg ngeroyok banyak) kok rasanya gw jadi pusing sendiri ya. Ya, gw tau apa yang kalian pikir "kalau gitu yan jangan dibaca aja dodol", tapi disini gw pengen mengenang masa-masa dimana netizen jumlahnya masih sedikit dan opini-opini masih jarang ditemukan selain di surat kabar *ceilah*. Soal opini gw bahas di post lain nanti.

Soo mari kita tarik ke zaman-zaman blogger adalah suatu platform paling canggih dimasanya. Well, ini sifatnya berdasarkan pengalaman gw aja sih, gw ga research apa bener emang blogger paling canggih (lol) intinya dl gw diarahin untuk coba-coba nulis diary di blog. Emang sih di tahun-tahun 2008-an (pas gw mulai ngeblog), blog itu lg ngehits terutama dikalangan ABG atau anak kelas 6 yang baru mau masuk smp. Gw juga sempet nulis-nulis di beberapa blog gw yang skrg banyak yang terlantar krn biasalah masih labil, jd gw selalu pake blog baru kalau mau bahas topik spesifik. Gw punya blog yg isinya Wibu banget, terus yg isinya peduli lingkungan, diary jadul pas gw masih SD, dan blog ttg isi hati gw (yg kalian lg baca saat ini).

Tapi seiring waktu berjalan dan internet berkembang, blog gw makin gk keurus krn gatau mau nulis apaan. Apalagi makin banyak sosmed-sosmed yang orang lebih mudah untuk curhat lgsg kayak facebook,twitter,path,dsb. Terus ada juga kaskus dan wordpress. Daan di tahun 2015 sampai sekarang, sosmed untuk messaging kyk Line juga karena ada timelinenya mulai jd tempat buat ngeblog, belum lagi tumblr yang emang lebih asik buat fangirl-fangirl ngeblog.

Jadi gw rasa blogger skrg makin terlupakan karena saingannya banyak. Padahal di zamannya dulu blogger bisa ngangkat seseorang jd penulis beneran loh, ya sebut aja Raditya Dika.

Terus maksud post ini apa ? ya gue juga gatau hahaha. Intinya gw cuma ngerasa aja di zaman kebebasan berpendapat makin terbuka gini dan didukung dengan platform-platform canggih beropini makin gampang, so buat kalian jangan malu untuk beropini (eh tp ttp ada etikanya loh,baca di post lain gw ya).

btw gw ga akan rutin nulis disini sih, soalnya kan kudu nyari bahan dulu heehe. Thanks yg udh baca post gaje ini~lain kali mugkin topiknya lebih asik.

Revival blog gw + Opini dan Komentar

Sesuai judulnya, gw mulai nulis-nulis disini lagi untuk opini-opini gw yang sifatnya rada formal. Well mungkin ini menjadikan gw rada hipokrit soalnya gw kadang kesel sama post-post yang isinya opini trs jd viral di sosmed lain (lmao) tp bukan karena mereka beropini trs gw jd kesel sih, tp lebih ke...sifat netizen dalam menanggapi suatu kasus.

Contoh ?

Well coba kita lihat kasus *ehem* pedophilia yg rame di tahun 2014 lalu. Dulu semua orang rame-rame ngehujat tersangka cleaner yg konon ktnya melecehkan salah 1 murid. Terus sekarang setelah tercium kalau kasus itu cuma rekayasa, orang-orang pada nyesel dan rame-rame ngedukung yg tidak bersalah supaya dibebasin. Bukan,bukan soal mereka rame-rame ngedukung korban supaya bebas, itu mah malah bagus karena power of social media digunakan dengan baik yaitu untuk mengakan keadilan. Tapi coba lihat sisi lain dimana pas semua orang nyangka para tersangka itu memang bejat karena udh ngotorin anak yang masih murni, semua rame-rame ngehujat/ngeritik/maki-maki.

Dan kasus-kasus lainnya yang kurang lebih intinya pembulian di sosial media.

Jadi intinya yang sering bikin gw kesel di era beropini yang bebas ini ya nggak lain soal etika berkomentar. Kita sering kali terlalu cepet ngejudge suatu kasus tanpa ngeliat dulu kedua sisi dr kasus tersebut. Terus dengan santainya kita komen di post tersebut yg seringkali offensive, misalnya "...haha rasain ajalah" "...mentang-mentang org penting sih "...hukum mati ajalah tuh orang" dsb.

Ya ya gw tau 3 hal yang mendasari perilaku tersebut. 1) manusia itu emang seneng kl liat orang ribut. 2) Kalau di internet, walau gk pake akun anonim rasanya aman-aman aja komentar se-offensive gmn juga, krn hey siapa sih yg bakal niat bgt ngejar lu ke dunia nyata ? 3) Kebawa-bawa komentar orang sebelum kita.

Sok amat lu bahas-bahas etika berkomentar, lu sendiri emng etikanya udh bener ? Emang gue selalu bilang, gw juga bukan org suci. gw juga sering sarkas dalam menanggapi suatu kasus, etika gw juga ga bagus-bagus amat. Tapi coba kita lihat, kadang cuma karena kasus sepele (misal ribut2 krn beda pendapat, ribut sama temennya,dsb) trs orgnya dibuli di sosmed efeknya bisa kebawa ke dunia nyata juga. Namanya tercoreng, sehingga banyak juga yg akhirnya tragis.

Pen is mightier than sword, walau gk gitu tepat tp intinya kata-kata itu pengaruhnya lebih besar ketimbang kekerasan fisik. Kata-kata itu mempengaruhi secara mental dan gaada jaminan bakal sembuh seumur hidup. Atau mungkin kalian juga pernah denger istilah mulutmu harimaumu. Makanya setiap yg kita ucapkan itu adalah pendefinisian dari diri kita, dan kita harus ekstra hati-hati dalam berkomentar karena org yg kita komentarin juga punya perasaan bro.

Memang post ini gak akan mengubah apa-apa, karena semua itu abu-abu. Tapi sebaiknya kalau kita cuma pengen ngehujat doang dan jadi dosa krn ikut ngatain plus kita nggak bisa ngasih pendapat yg rasional mendingan diem deh krn silence is gold. Dan akhirnya jagat internet pun bisa sedikit damai ;p

note : yg gw bahas disini emng kasus-kasus kecil, bukan kejahatan kelas berat. Tapi alangkah baiknya kl kita ttp bisa menjaga bahasa dimanapun kita komentar. Simpen aja makian itu dalem hati, krn sama kok gw juga kdng suka maki org (dlm hati).